Judul : The Past and The future [Sekuel from program TV]

Chapter : The Future

Author : Selichious Zelus

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol and other.

Pair : Of course ChanBaek or BaekYeol

Genre : Romance, Humor

Length : Twoshoot

Rate : T

Warning: GS! TYPO! Tidak sesuai dengan EYD! OOC! Dll!

.

.

Gak bisa ngomong apa – apa. ini The Future yang kalian tunggu /atau tidak/

Happy Reading yo!

.

.

"Baekhyun." Baekhyun menatap Xiumin yang tengah membawa pot bunga yang berukuran lumayan besar. Baekhyun hanya menatap Xiumin dengan tatapan matinya—alias tatapan tanpa kehidupannya.

"Kemarin itu.. Kau kan yang tengah di lamar Chanyeol di televisi." Baekhyun menatap Xiumin yang meletakkan pot besar yang di dalamnya terdapat beberapa anggrek yang sangat cantik. Baekhyun menghela nafas dan menjatuhkan kepalanya di meja kasir.

Xiumin yang menatap Baekhyun hanya tersenyum melihat kelakuan Baekhyun. Khas Baekhyun yang tengah menahan malu. Dia tidak mengerti kenapa Baekhyun bisa kenal dan mengirim surat fans kepada Chanyeol. Apa lagi di lamar di televisi oleh Chanyeol. Benar – benar salah satu hiburan tersendiri bagi Xiumin.

"Xiumin.."

"Hmm.." Xiumin hanya menggumam untuk menyahuti Baekhyun.

"Apa menurutmu Chanyeol hanya bercanda di TV semalam?" Xiumin mendelik hebat mendengar pertanyaan Baekhyun. Xiumin tampak sedang pose berpikir. Tapi setelah melihat air muka yang tampaknya ingin menangis, Xiumin ingin sekali mencubit pipinya yang chubby itu. Xiumin tersenyum.

"Coba kau pikirkan sendiri Baekhyun." Baekhyun hanya cemberut mendengar perkataan Xiumin. terkadang Xiumin menjengkelkan jika bermain tebak – tebakan seperti ini. Apa susahnya menjawab pertanyaannya.

"Aku malas berpikir Min~ moodku sangat jelek", Xiumin hanya tersenyum hangat melihat Baekhyun. Siapapun juga akan syok jika di lamar sang idola di acara live TV. Bagi Xiumin, Baekhyun yang seperti ini jauh lebih imut dari yang biasanya.

Klining~

"Kau terlambat Jongdae!" Jongdae—Atau Chen—masuk ke dalam toko bunga. Terlihat dia adalah salah satu pegawai di toko bunga milik Baekhyun. Jongdae hanya membungkukkan badannya dan berkata maaf.

"Apa alasanmu sampai terlambat?" Sepertinya Baekhyun memang dalam mood jelek. Biasanya jika Chen datang terlambat, dia akan memaafkannya. Itu di karenakan Chen bukan hanya menjadi pegawai di toko bunganya, tapi juga menjelma pengantar susu, pengantar koran, dan juga bekerja di café. Padahal keluarganya adalah salah satu yang terkaya di daegu. Dan saat di tanya alasannya dia hanya menjawab iseng.

"Aku ada masalah dengan eomma. Dia masih bertanya tentang kenapa aku bekerja terlalu keras." Jawab Chen. Baekhyun hanya menghela nafas. Mungkin mempekerjakan Chen memang salah, karena dia adalah golongan elit.

"Ya ya ya.. Cepatlah bekerja. Aku dalam mood jelek. Jadi bisakah kau menggantikanku menjadi kasir hari ini? Aku ingin pulang karena ada sesuatu yang harus ku bereskan. Dan ku harap Baekbom tidak mengacaukannya." Kata Baekhyun sambil melepas apron kerjanya.

"Eh? Baekbom sudah pulang?" Baekhyun hanya mengangguk. "Kemarin malam." Jawab singkat Baekhyun. Baekhyun berharap kenyataan bahwa Baekbom datang kemarin malam adalah mimpi. Tapi kenyataannya dia malah terbangun oleh suara dengkuran Baekbom di ruang tengah. Serius deh! Ada banyak cara elegan untuk membangunkan Baekhyun.

"Aku pulang duluan, jaga toko baik – baik ya! Dan Chen, jangan ambil kesempatan!" teriak Baekhyun. Xiumin hanya tersenyum sambil meniup poninya.

"Dia lagi PMS?" Chen menoleh ke arah Xiumin untuk mendapatkan jawaban yang tepat. "Acara TV kemarin, kau melihatnya bukan?" Chen hanya menaikkan sebelah alisnya. Baginya wajar saja melamar seseorang lewat acara TV. Tapi apa pengaruhnya sangat besar hingga seorang hiperaktif seperti Baekhyun berubah menjadi sangat lesu dan pemarah?

Klining~

"Ah! Selamat da—oh!?" Pekik Xiumin kaget. saat melihat laki – laki di depannya tersenyum. Kenapa laki – laki ini datang saat Baekhyun baru saja pergi.

"Bisa aku tanya sesuatu?"

"Ka-kau?!"

The Future!

"Untung aku tidak lupa untuk belanja. Haah~ saat ayah dinas luar kota, kenapa Baekbom datang sih. Aku kan jadi tidak bisa bersantai di liburan musim panas ini." Baekhyun menggerutu kesal. Dia berjalan di trotoar dan tertarik dengan sebuah kedai dadakan musim panas.

Baekhyun memasuki kedai dadakan itu. Terlihat beberapa anak—yang mungkin masih SMP—sedang melayani tamu. Baekhyun tersenyum.

"Ah! Baekhyunie eonni!" teriak salah seorang anak perempuan di kedai itu. Baekhyun hanya tersenyum dan melambai ke arah anak perempuan itu. Setelah itu terdengar pekikan anak laki – laki dan perempuan waktu itu juga. Well, Baekhyun cukup populer. Baekhyun cantik, baik dan juga happy virus. Sehingga, semua pasti akan terpikat dengan Baekhyun.

"Kalian sibuk ya." Kata Baekhyun sambil membawa barang bawaannya. Beberapa anak mengerubungi Baekhyun yang seperti selebritis yang terkenal.

"Baekhyun eonni boleh bantu kalian?" Tanya Baekhyun dengan suara halus. Tampaknya Baekhyun ingin sekali bergabung dengan anak – anak SMP yang tengah bekerja dadakan itu. anak – anak SMP itu saling pandang dan akhirnya menganggukkan setuju.

Baekhyun mengulas senyum dan mematri mata sabitnya. "Byun Baekhyun imnida! Silahkan memanggilku dengan nama yang kalian suka~~" Dan semua anak SMP itu tertawa melihat primadona kota mereka.

Baekhyun membantu dengan menjadi pelayan. Dia tidak peduli jika Baekbom memarahinya karena pulang dan belum membuatkannya makanan. Hell! Dia sudah dewasa dan perjalanan menuju S2, mana mungkin dia tidak bisa membuat makanan. Ataupun kalau tidak bisa dia tinggal beli.

Baekhyun tampak sangat bersemangat dan juga sangat ceria. Terbukti banyak sekali senyuman yang menempel di wajah Baekhyun yang manis itu.

Tak terasa Baekhyun sudah dua jam berada di kedai dadakan musim panas itu. Itu berarti sekarang sudah jam 12 siang. Sepertinya Baekhyun harus pulang dan memasak makan siang untuknya dan Baekbom. Semoga Baekbom tidak marah karena dia sempat mampir dan membantu anak SMP itu.

Seraya menenteng hasil belanjanya dia bersenandung ceria. Berkali – kali dia menyapa dan di sapa oleh orang lain yang lewat. Baekhyun pasti akan menampilkan senyuman menawannya. Di saat umurnya yang menginjak 21 tahun, Baekhyun memang sudah menjadi pesona bagi kaum lelaki. Tapi dia masih tidak ingin menikah atau berpacaran. Walaupun sudah banyak yang antri. Ada yang sekedar main – main maupun yang serius dan nekat sekalipun!

Kalau berpikir nekat, dia teringat dengan lamaran Chanyeol di acara kemarin. Dia sangat merinding mengingat sebuah yang membuat dirinya pingsan di tempat. Terkapar di antara bungkus – bungkus snack yang bertebaran. Dan anehnya, oppanya yang baik hati malah tertidur, bukan berusaha membuatnya sadar.

Tak terasa Baekhyun sudah ada di depan rumahnya. Entah kenapa perasaan Baekhyun merasakan ada yang tidak beres, seperti sesuatu hal akan terjadi. Tapi Baekhyun menepisnya. Baekhyun membuka pintu rumahnya.

"Aku pulang!" Tidak ada yang menyahut. Baekhyun mengerucutkan bibirnya. Mungkin Baekbom masih terlelap dalam mimpinya, dan ayahnya juga belum pulang.

Baekhyun berjalan ke arah ruang tamu dan membuka pintu ruang tamunya.

Cklek.. Baekhyun menganga, dan menjatuhkan barang belanjaannya. Dia melihat seorang namja tampan yang tengah menatapnya. Dan di hadapan namjanya itu ada oppanya dan appanya. Ah?

"Baekhyun-ah? Kau kenal namja ini?" Baekhyun semakin pusing mendengar pertanyaan appanya. Demi dirinya yang tinggal di atas bumi dan di bawah langit! Baekhyun tidak mengerti kenapa artis yang sedang naik daun seperti Park Chanyeol berada di rumahnya.

"Cha-Chanyeol-ssi! Kenapa ada di sini?!" Teriak Baekhyun tanpa mempedulikan pertanyaan appanya. Chanyeol tersenyum dan kembali menatap appa dan oppa dari Baekhyun.

"Maaf jika kedatangan saya membuat beberapa pihak tidak nyaman. Tapi saya disini dengan niat tulus." Baekbom was-was saat tuan Byun a.k.a appa Baek bersaudara memicingkan matanya tidak suka.

"Park Chanyeol imnida. Saya di sini untuk melamar Byun Baekhyun" Baekhyun dapat merasakan jantungnya akan berhenti karena tiba – tiba saja berdetak keras.

"Hah?" Hanya itu respon yang Chanyeol dapat dari 3 orang yang bermarga Byun di hadapannya.

"Ah! Eh!? Chanyeol kau harus ikut aku sebentar!" Baekhyun menarik Chanyeol untuk keluar mencari udara segar, mungkin saja dia sedang mabuk atau apa. Sementara saat Chanyeol dan Baekhyun menghilang, Baekbom tertawa tepingkal – pingkal. Tidak mengindahkan appa-nya yang sedang menatap aneh pada Baekbom.

The Future!

"Park Chanyeol!? kenapa kau di sini?!" Teriak Baekhyun tidak sabaran. Kini mereka sedang berada di Café sekitar rumah Baekhyun. walau jaraknya agak jauh dari rumah Baekhyun sih.

"Tentu untuk melamarmu Baek, bukankah aku berbicara di acara televisi? Apa kau tidak melihatnya?" Kata Chanyeol sambil menyesap cappucino yang dia pesan tadi. Chanyeol tampak tenang dan juga tampak sangat rileks.

"Ku Kira kau Bercanda!?"

"Aku tak pernah bercanda dengan ucapanku Baek.. jika itu menyangkut dirimu" Baekhyun berusaha tak mengeluarkan ronaan merah yang ada di pipinya. Dia lalu memakan soft strawberry cake yang dia pesan tadi. Dia mengunyah dan menggerutu, menyumpahi laki – laki yang ada di depannya. Melihat kelakuan Baekhyun yang tampak sangat lucu, Chanyeol hanya tertawa tampan.

"Kenapa kau tertawa!?" Baekhyun sepertinya dalam mood jelek.

"Kau tak berubah Baekhyun. Sangat lucu. Apa kau punya pacar?" Baekhyun mengunyah dengan pelan dan menatap Chanyeol. Baekhyun lalu menghembuskan nafasnya.

"Tidak. aku tidak punya."

Chanyeol menopang dagunya. "Berarti tidak ada alasan untuk menolakku, bukan?"

Baekhyun memutar garpunya yang berada di atas cakenya. Menghela nafas pelan dan menatap Chanyeol yang tengah menatapnya anggun. Tatapan matanya sangatlah berkarisma walaupun dulu dia periang.

"Kau benar, aku tak punya alasan untuk menolakmu." Chanyeol tampaknya cukup puas dengan jawaban Baekhyun. "Tapi.." Chanyeol menatap Baekhyun karena perkataan menggantungnya.

"Banyak lelaki di sana yang sudah melamar, dan berusaha untuk mendapatkan hatiku. Banyak tipe. Banyak yang mengincarku hanya sekedar main – main. Ada yang serius. Ada juga yang hanya nekat. Tapi ada alasan yang berpikir bahwa aku bisa menolakmu. Chanyeol-ah, aku masih tidak percaya padamu kalau kau tidak sekedar main – main denganku." Chanyeol terpaku dengan Baekhyun, dan tatapan sendunya.

Chanyeol menghela nafas dan kembali menatap Baekhyun yang tampaknya sangat suka menatap cake-nya. "Hei, Kalau aku main – main. Aku tak akan melamarmu di acara kemarin. Lagi pula, kau tetap menjadi permaisuriku kok." Baekhyun menatap Chanyeol dengan pandangan terkejut. Dia masih ingat dengan kata – katanya di saat mereka bertemu 6 tahun yang lalu?

"Baek, aku jatuh cinta padamu sebelum mengenalmu, atau lebih tepatnya sebelum acara pengenalan di mimbar waktu MOS."

Baekhyun memiringkan kepalanya. "Eh? Bukankah kita bertemu saat itu ya?" kata Baekhyun menatap Chanyeol. Chanyeol hanya menopang dagunya dengan salah satu tangannya. Menatap Baekhyun yang penuh penasaran dengan pandangan licik.

"Bukankah kita bertabrakan di lorong saat sebelum acara pengenalan MOS di mulai, ya?" kata Chanyeol dengan guratan kecewa. Sepertinya hanya dia yang ingat dengan kejadian itu.

"Oh? Mian. Aku tidak terlalu tertarik dengan sekitarku saat itu. Lagi pula kau menjengkelkan. Duduk di barisan penuh perempuan waktu itu." Chanyeol tertawa. Baekhyun cemburu padanya. "Hei, aku duduk di antara perempuan itu agar bisa dekat denganmu." Baekhyun mendengus tidak suka.

"Hell, ku kira kau bukan tipe orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama." Lanjut Baekhyun.

"Eung, bukankah kau juga jatuh cinta padaku pada pandangan pertama?"

Baekhyun menatap Chanyeol bengis. Haha. Menggelikan saat mereka bertemu. Padahal tadi mereka sangat canggung, tapi sekarang mereka terasa lepas. Apa lagi membicarakan momen – momen mereka saat bertemu di mimbar atau yang lainnya.

"Jadi?" Baekhyun menatap Chanyeol dengan pandangan bingung. "Jadi apa?" ulang Baekhyun. Chanyeol menepuk jidatnya sendiri. Chanyeol berdehem hendak menyuarakan pendapatnya.

"Kalau kau jatuh cinta padaku, dan aku jatuh cinta padamu, maka?" Baekhyun masih mengernyit heran. Dia agak tidak mengerti dengan arah pembicaraan Chanyeol.

"Ah! C-mon! Kau gadis berumur 21 tahun! dan kau masih tidak mengerti apa yang akan ku katakan? Apakah kau tak pernah berkencan?!" Kata Chanyeol menatap datar Baekhyun. Baekhyun memakan kembali soft cake-nya dengan pandangan aneh. "Bukankah aku sudah bilang tadi. Aku tak pernah berkencan Chanyeol-SSI! Aku masih sangat – sangat – SANGAT POLOS." Baekhyun menekankan kata ssi dan Sangat polos.

"Kau benar, kau tak pernah berkencan."

Baekhyun mendesis tak suka. "Ya, tak sepertimu yang sudah berciuman dengan gadis di drama. Aku masih polos untuk merasakan hal yang seperti itu." Chanyeol menatap Baekhyun aneh. Sepertinya gadis ini sangat mudah tersinggung dengan kata kencan.

"Hei, aku melakukan itu dengan perasaan akting! Bukan sebenarnya! Lagi pula saat aku berciuman dengan aktris yang berperan denganku, aku selalu membayangkan dirimu yang berciuman denganku!"

"Byuntae." Desis Baekhyun. Chanyeol tidak habis pikir dengan jalan pikiran Baekhyun. Chanyeol mengarahkan pandangannya ke arah jalan yang agak ramai walau tak akan seramai dan sepadat Seoul. "Mungkin kau kerasukan peri bunga hingga seperti ini." Baekhyun tidak tuli saat mendengar gumaman Chanyeol.

"Karena aku jatuh cinta padamu. Kau jatuh cinta padaku. Kenapa kita tidak menikah saja." Kata Baekhyun sambil meminum lemon tea yang dia pesan tadi. Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan kaget. Hah? Apa barusan yang dia katakan.

"Kau mau aku menolak lamaranmu Chanyeol?" Kata Baekhyun. Chanyeol menggeleng pelan dan menatap binar Baekhyun yang sedang menyesap nikmat lemon tea-nya.

"Kalau begitu ayo kita menikah besok!"

The Future!

"Aku tidak menyangka kau sudah mempersiapkan ini Yeol." Chanyeol tampak puas melihat calon pengantinnya yang tengah memakai gaun pengantin—yang sudah di siapkan Chanyeol. Baekhyun menghela nafas, sejak kapan Chanyeol mempersiapkan semua ini.

"Aku sudah mengirim undangan kepada teman – temanku. Nah, tadi siang aku menemui salah satu perempuan pekerja di tokomu. Dan meminta tolong agar menyebar undangan pernikahan kita besok." Chanyeol tampak menerangkan dengan bersemangat, sementara Baekhyun hanya menatap Chanyeol dengan pandangan datar.

"Jadi kau sudah mempersiapkan semuanya? Bahkan appa-ku?" Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan meremehkan. "Itu adalah urusan Baekbom-hyung." Baekhyun semakin penasaran dengan Chanyeol. Dia artis atau apa sih. Semuanya kenapa telah dia persiapkan?

"Kalau kau menikahiku besok. Kau tidak akan bisa menjadi artis lagi kan Chanyeol?" kata Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan berbinar. "Aku adalah satu – satunya penerus dari Park Company, perusahaan terbesar di Korea. Hehehe. Jadi kau tak akan khawatir dengan pekerjaanku."

Chanyeol dapat melihat Baekhyun yang melongo. Mungkin terkejut dengan perkataan Chanyeol barusan. Chanyeol lalu duduk di sebuah kursi yang memang di peruntukan kepada tamu yan melihat calon pengantin menyoba gaunnya. Tiba – tiba sesuatu terlintas di otak Chanyeol.

"Hoy Baek."

"Hm?" Baekhyun hanya menggumam untuk menyahut Chanyeol. Chanyeol melihat Baekhyun yang tengah menatap dirinya sendiri di kaca. Mungkin untuk melihat bagian mana yang tidak pas. Jika di lihat – lihat mereka sudah sangat akrab walau mereka hanya bertemu dengan singkat.

"Kenapa kau mengirimiku surat fans?" Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol—terkejut.

"Memangnya kenapa? Aku salah satu seorang fans-mu, apa itu tidak wajar? Lagi pula aku merindukanmu.. iya aku merindukanmu" Baekhyun menggumam saat mengatakan 'iya aku merindukanmu'. Chanyeol tersenyum tipis.

"Untunglah, Ku pikir kau tahu kalau aku jatuh cinta padamu saat itu." Baekhyun menatap Chanyeol curiga. "Memangnya kenapa, kalau seumpama aku tahu kau jatuh cinta padaku?" Chanyeol mengisyaratkan jari telunjuknya di depan hidungnya dan menggoyangkannya.

"Itu tidak asyik." Baekhyun memang heran dengan namja yang akan menikahinya besok. Dia punya pikiran apa sih hingga dia berpikir tidak akan asyik.

"Bilang saja kau tidak akan mengejutkanku."

"Betul sekali!" Chanyeol menjawab dengan pandangan berbinar. "Jadi kau merayu dengan apa? Hingga oppaku bisa bertekuk lutut, hingga mau membantumu menaklukkan appaku?" tanya Baekhyun penasaran. Pasalnya walau dia dan Baekbom adalah musuh bebuyutan, Baekbom sangatlah peduli dengan Baekhyun.

"Gampang, aku bercerita dengan jabatanku di Park Company dan tada~ dia mau membantuku. Tidak sulit bukan?" Baekhyun menghela nafas kembali. Dia lupa kalau Baekbom mata duitan.

"Jadi kau juga mempersiapkan yang lainnya?" tanya Baekhyun kepada Chanyeol. "Yep! Tempat pernikahan, kue pernikahan, altar, makanan, tamu, suasana, bahkan tempat kita honeymoon sudah ku persiapkan."

"Kenapa bi—Oh! Aku lupa kau adalah penerus dari perusahaan raksasa." Chanyeol tertawa mendengar penuturan Baekhyun. Chanyeol tampak menatap Baekhyun yang tengah—masih—melihat bagian – bagian gaun yang tengah dia kenakan.

"Eng, Chanyeol. Kita akan berbulan madu di mana?" tanya Baekhyun.

"Jepang, karena kau sangat menyukai Jepang." Baekhyun tersenyum riang. "Benarkah!?" Chanyeol mengangguk. Baekhyun pun menari tak beraturan sambil berteriak riang 'Jepang, Jepang'.

The Future!

Pernikahan yang mereka lakukan secara dadakan—bagi Baekhyun tetap saja mendadak—sangat ramai. Apalagi wartawan datang untuk mengabadikan Chanyeol dan Baekhyun. Setelah selesai dengan upacara pernikahan, mereka menyapa teman masing – masing hanya sekedar basa – basi.

"Chanyeol!" Chanyeol yang sedang bercakap – cakap dengan salah satu klien perusahaannya dan juga teman sesama artisnya menoleh ke arah Baekhyun. Chanyeol mendelik, melihat Baekhyun menggamit lengan namja.

"Chanyeol! Kau sudah kenal dengan Kai?" Chanyeol mendesis tidak suka dengan perbuatan Baekhyun. Chanyeol saja belum pernah di gamit seperti itu oleh Baekhyun. Kenapa malah Kai yang notabenenya pembuat cemburu dirinya bisa di gandeng Baekhyun?

Dengan gerakan cepat, Chanyeol menarik Baekhyun ke pelukannya. Baekhyun merona hebat saat Chanyeol memeluknya, tanpa tahu bahwa Chanyeol perang dingin dengan Kai. Walau Kai biasa saja sih. Tiba – tiba saja Baekhyun mendapat ide jahil. Baekhyun berjinjit dan membisikkan sesuatu ke telinga Chanyeol. "Yeol, jangan bilang kau masih cemburu dengan Kai hihihi." Chanyeol tahu bahwa Baekhyun menggodanya.

"Baek, jangan menggodaku." Baekhyun tertawa. "Kau tahu? Kai sudah bertunangan dengan salah satu sahabatku, Yeol." Chanyeol memandang Baekhyun tak percaya. Baekhyun puas mengerjai Chanyeol. sementara Chanyeol memandang Baekhyun dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Hai Byun Baekhyun, lama tidak berjumpa." Baekhyun, Chanyeol dan Kai menoleh ke arah sumber suara. Terlihat seorang namja pirang dengan tinggi yang sepertinya kurang lebih seperti Chanyeol. Dengan memakai jas yang membuatnya berkarisma.

"Ah! Kris kau datang!" Baekhyun menampilkan senyuman menawannya, di sertai dengan mata sipit yang membuatnya lebih menggemaskan.

"Dia itu salah satu orang yang pernah melamar Baekhyun tapi di tolak oleh Baekhyun." Bisik Kai pada Chanyeol. Chanyeol menoleh dengan pandangan kaget ke arah Kai yang sedang bersmirk ria. Chanyeol menatap Baekhyun dan Kris dengan tatapan datar.

"Ehem! Aku mau menikmati waktuku dulu bersama calon mempelai perempuan, permisi.." Chanyeol menarik Baekhyun yang tengah asyik berbicara dengan Kris.

"Kau kenapa sih! Aneh sekali!"

"Dia salah satu laki – laki yang melamarmu ya?" Tanya Chanyeol dengan selidik. Sedetik kemudian Baekhyun tersenyum. "Aha! Kau cemburu! Memangnya kau tahu dari siapa?" Chanyeol hanya membuang muka kesal. Baekhyun hanya tertawa melihat sikap kekanakan Chanyeol.

Setelah acara pernikahan mereka. Chanyeol dan Baekhyun langsung terbang ke Jepang untuk bulan madu. Baekhyun sangat senang. Selama di Jepang mereka selca bersama dan menguploadnya ke SNS. Dan banyak sekali yang berkomentar bahwa Baekhyun seperti Boneka porselen. Bahkan ada yang bilang bahwa Baekhyun tampak seperti anak 17 tahun. Fans-pun mengherankan kenapa Chanyeol bisa menemukan gadis yang secantik dan seimut Baekhyun.

Saat malam menjelang, Baekhyun dan Chanyeol berada di villa milik Chanyeol. fasilitas lengkap dengan pelayanan maid yang serba ada.

"Aku lelah~" Baekhyun merebahkan ke tempat tidurnya. Chanyeol tampak merona melihat Baekhyun yang sedang menutup matanya. Bukan – bukan ke arah Baekhyun. tapi Chanyeol berpikiran tentang eng.. malam pertama.

"Baekhyun maafkan aku.." setelah itu Chanyeol menerjangnya. Kalian tahu apa yang aku maksudkan?

The Future!

EPILOG

"Chanyeol!"

"Jangan dulu, aku masih—"

"Chanyeol!"

"Ada apa sih! kau tak suka aku mau bercinta denganmu?!"

"TUTUP DULU PINTUNYA! MAIDNYA MELIHAT KITA BODOH!"

"Eh?"

"AKU TAK MAU MELANJUTKANNYA!"

.

.

The END

.

.

Zelus sudah terpuruk karena The past and the future yang asli—yang ada di new story—hilang di pasaran alias di hapus sama pihak ffn!

Jadinya Zelus berpikiran, mungkin lebih baik postnya di sini aja. Di program TV wkwkwk..

Mind to review?

:v