DISCLAIMER: TSUGUMI OHBA * TAKESHI OBATA
WARNING: AU, OOC, TYPO, DKK
WARISAN
.
"Raito," Soichiro Yagami menatap putranya dengan pandangan serius. Raito yang sebelumnya sedang membaca majalah remaja langganan adiknya (bagian 'Zodiak Kamu Hari Ini'. By the way, Pisces bakalan menemukan jodohnya kalau sudah tepat pada waktunya) mendongakkan kepala berambut cokelatnya ke ayahnya yang duduk berhadapan dengannya.
Mereka sekeluarga sedang mendiskusikan masalah serius yang menyangkut masa depan keluarga Yagami. Sachiko, ibunda tercinta, duduk disebelah ayahnya dan sedang menuang teh panas (tanpa gula, bukan karena mereka sok diet tanpa gula karena takut terkena diabetes tapi emang nggak punya duit buat beli gula) ke keempat cangkir tahan banting untuk menemani rapat keluarga kali ini. Sayu, adik tercinta, duduk di sebelah Raito dan mencoba membalik majalahnya untuk mengetahui kabar terbaru dari boyband idolahnya, Sm*sh. Mereka berempat duduk di ruang keluarga.
"Kita harus cepat memikirkan rencana baru kali ini setelah kamu memporak-porandakan rencana yang kemaren," kata Soichiro lebai masih dengan menatap Raito dengan tajam.
Raito yang sudah selesai melihat zodiaknya dengan agak jengkel karena kata zodiaknya dia akan mengalami kejadian yang buruk tapi tetap bahagia, balas menatap ayahnya dengan cemberut.
"Tapi Ayah, itu bukan salahku. Masak kita baru kenal kok ngajak tidur? Emang dia keong racun ya?" balas Raito jengkel.
"Dasar kau keong racun, baru kenal kok ngajak tidur..." Sayu yang memang bercita-cita menjadi penyanyi dangdut dengan goyangan ngulek sambal colek bernyanyi seolah-olah menjadi backsound.
"Diam Sayu. Hidup memang harus ada pengorbanan Raito, kamu kan memang akan menjadi pasangan hidupnya Teru Mikami wajar dong kalau dia ngajak tidur," Soichiro memberitahu anaknya kemudian menyeruput teh-nya yang bebas gula.
"Tapi Ayah, seharusnya kan harus menikah dulu baru ngajak tidur. Logikanya kan begitu," kata Raito.
"Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika..." Sayu yang masih menganggap dirinya penyanyi, kembali menyanyi.
"Sayu, diam dulu. Kalau kamu tidak mau dengan Teru Mikami, masa depan kita akan terancam Raito, ter-an-cam. Teru Mikami adalah orang paling kaya di negeri ini kamu bisa membayangkan berapa banyak uangnya, berapa banyak rumahnya, berapa banyak mobilnya, berapa banyak uang yang bisa kamu peroleh dari dia. Ini demi keluarga Raito, demi keluarga," rupanya Soichiro punya kebiasaan mengulang-ulang kalimat.
"Yaaah... sudah terlambat. Kita harus mencari orang lain." jawab Raito enteng.
"Hei kenapa kamu kalau nonton dangdut sukanya bilang..."
"DIAM!" Raito dan Soichiro kompak menyuruh diam Sayu.
Sejak semua para kriminal diseluruh dunia meninggal dengan ganjil gara-gara serangan jantung, Soichiro yang adalah ketua NPA menganggur karena tidak ada kerjaan. Aizawa yang juga sama-sama bekerja di NPA selama menganggur ini beralih menjadi koki di restoran Afrika dekat rumahnya sementara Matsuda membuka rental PS di rumahnya. Jadi selama masih belum ada kriminal yang bisa ditangkap Soichiro menyuruh (baca: memaksa) Raito untuk mencari orang-orang kaya untuk diajak berkencan dan agar bisa menanggung biaya hidup keluarga Yagami.
Dengan rambut cokelat Raito yang lembut, mata yang juga berwarna cokelat, kulit yang juga kecokelatan, Raito menjadi seperti Gingerbread Man raksasa yang bisa kentut. Eh maksudnya Raito dapat dengan mudah menjaring wanita-wanita dan juga pria-pria masuk kedalam pesonanya, dan dengan sedikit trik Raito juga dapat dengan mudah menjaring duit orang-orang (tidak) beruntung itu kedalam dompetnya. Sebelumnya Raito mengencani artis pendatang baru Misa Amane yang sangat tergila-gila pada Raito sampai tidak sadar kalau dia cuma dimanfaatkan. Setelah ayahnya tau kalau orang terkaya di negeri ini adalah Teru Mikami, Soichiro langsung menyuruh Raito untuk memutuskan Misa Amane dan mulai mendekati Teru Mikami.
Seperti sudah diduga Teru Mikami juga langsung tertarik kepada Raito sampai langsung mau mengajak Raito menikah, Soichiro yang mendengar berita ini langsung lonjak-lonjak kegirangan seperti anak SD yang tau bakal pulang pagi. Tapi Raito yang masih belum mau menikah dulu menolak lamaran Teru dan menyebabkan ayahnya marah-marah. Jadi akhirnya karena itulah mereka duduk diruang keluarga dengan teh tanpa gula untuk mencari orang lain yang akan menjadi incaran Raito.
Sachiko, yang tidak begitu tertarik dengan Misi Mencari Orang Untuk Raito Agar Bisa Diambil Duitnya (atau lebih singkatnya MMOURABDD), menyalakan TV untuk menonton acara gosip sore kesukaanya. Ternyata acara gosip itu sedang menyiarkan berita seorang pengusaha muda yang akan membuka perusahaanya di negeri ini. Beberapa wartawan sedang mewawancarai pengusaha muda tampan berambut hitam yang gosipnya mempunyai kekayaan yang bisa dibuat untuk membeli sebuah negara itu.
"Hussh... hussh... diam dulu semuanya," Sachiko menaruh telunjuk dibibirnya dan matanya terfokus di layar TV. Raito dan Soichiro yang sebelumnya masih berdiskusi panas (karena kipas anginnya tidak dinyalakan) dan Sayu yang masih menyanyi ria, menoleh ke arah Sachiko. Kemudian mereka sama-sama menatap layar TV.
"L, kenapa anda ingin membuka perusahaan anda di negeri ini?" salah seorang wartawan bertanya dan menyodorkan mik-nya ke wajah pengusaha muda tersebut.
Pengusaha muda tersebut yang diketahui bernama L Lawliet dari tulisan di depan dadanya, 'L LAWLIET, PENGUSAHA MUDA, BILYUNER, SUKA YANG MANIS-MANIS' dengan ngemut lolipop menjawab:
"Emmm..." L kelihatan berpikir sambil menaruh jempolnya di bibir, "karena pingin aja." jawabnya enteng.
Awkward silence.
"Lalu L, apakah anda juga akan mencari pendamping hidup di negeri ini? Karena dengar-dengar anda belum mempunyai pasangan," seorang wartawan perempuan bertanya sambil mengedip-ngedipkan matanya ke arah L.
L ngemut lolipop nya lama sebelum menjawab:
"Tau ah gelap."
More awkward silence.
"Maaf teman-teman wartawan, L harus istirahat." Seorang kakek tua mencoba mengajak L masuk kedalam limusin hitam mengkilap yang sudah menanti dan menerobos gerombolan wartawan yang masih mau mewawancarai L.
Sementara L sudah masuk ke limusinnya yang mengkilap para wartawan masih teriak-teriak menanyakan pertanyaan.
"L, ini perusahaan anda yang keberapa?"
"L, itu kalo beli lolipop dimana?"
"L, anda masih kerabat dekat sama panda ya?"
"L, anda kalau kedip berapa kali setahun?"
"L, bagaimana keadaan Dul?"
Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tidak akan dijawab oleh L karena dia sudah aman di dalam limusinnya yang akan membawanya ke tempat istirahatnya (bukan yang terakhir).
Kemudian adegan berganti ke pembawa acara wanita yang berwajah menor dan memberitahu para pemirsa kalau L akan mengadakan opening perusahaan barunya besok di hotel bintang lima. Dan kemudian iklan mi goreng.
Ke empat Yagami saling pandang sebelum Soichiro berkata,
"Apa kalian memikirkan apa yang aku pikirkan?"
Soichiro manatap Raito, Raito menatap Sayu, Sayu menatap Sachiko, Sachiko menatap Soichiro, kemudian lampu padam dan hanya ada cahaya senter yang menyinari muka mereka dari bawah dan keempatnya lalu ketawa jahat.
"MUAHAHAHAHA! L LAWLIET, KAU ADALAH KORBAN SELANJUTNYA!"
Apa yang akan terjadi pada L?
Apa benar L masih kerabatan sama panda?
Dan berapa kalikah L berkedip selama setahun?
Nantikan di Warisan selanjutnya...
.
.
.