| Reviews for Realita Proyeksi Mimpi |
|---|
Li Chylee chapter 1 . 7/18/2013 oke, aku super telat untuk me-review maha karya ini. fic ini dipublish tahun 2008 dan sekarang udah 2013... ._. TAPI AKU GAK BISA NGGAK NGASIH REVIEW! *gegulingan di jalan* aku bingung mau komentar apa, sungguh. rasanya terlalu speechless saat memikirkan sanjungan macam apa yang patut diberikan pada karya luar biasa ini. pengkarakteran L dan Raito sungguhlah pas dan in-chara, aku berasa lagi baca missing scene di manga aslinya. ;_; Raito, kau itu jenius tapi kenapa lemot banget untuk nyadar kalau L adalah cinta sejatimu!? kenapa harus nunggu sampe L kehilangan nyawanya? ARRRRGHHH *jerit2 frustasi* well, ga tau mau komen apa lagi. yang jelas angst-nya dapet BANGET. dan aku sukaaa banget L di sini. L yang hingga saat terakhirnya masih berusaha 'menuntun' Raito kembali ke jalan yang benar. -halah- oya, di sini Raito bertahan jadi Kira terus ya? kan ada kalimat " Raito terdorong, terpicu begitu saja membalik-balik halaman Death Note yang penuh nama, mematrikan belasan tahun berlalu setelah hari di mana L menghembuskan nafas terakhirnya." kalo gak salah, Raito mati 5 tahun setelah kematian L kan? kalo gitu di sini Raito menang dari Near dong XD *jejingkrakan* #loh Pokoknya aku akan setia nungguin karya2 Halfie-san selanjutnya, terutama yang berdomisili(?) di FDNI. all hail Raito x L! \m/ With smile, Li Chylee |
mitarafortunadow chapter 1 . 8/9/2012 Light/Raito itu memang... sebuah mimpi. Kesempurnaan. Kalau saja sisi jahatnya itu... (maksudku pikiran untuk 'membunuh' dan 'menguasai dunia' hilang) ia akan jadi manusia paling sempurna di dunia. UH. Canon yang menghipnotis. |
kurorrain chapter 1 . 9/12/2011 saia nangis tengah malam gara-gara baca ini. Ugh,kok bisa keren banget sama pas banget bawain karakternya seh? Padahal susahnya minta ampun. . . Aku cinta halfie #peluk Light kejam ya~ Tapi tetep, aku cinta LightxL Mereka manis banget. . . Halfie keren banget! *nangis haru* |
Ivan 'Kieran' Roux chapter 1 . 5/24/2010 Sad, really! Btw, ajarin dong senpai cara nyusun kata2 sebagus ini! Jadi ngiri... Fave yah! |
Hino Sakura chapter 1 . 2/14/2010 Halo, Halfmoon-senpai! Sakura (yang lagi stres mikirin try-out) di sini mau nyoba review... Waktu nulis ini review saya lagi di kelas komputer, berusaha menenangkan diri dengan membaca fanfic-fanfic Indonesia (nanti ada try-out BI soalnya...) trus menemukan fanfic ini secara kebetulan... Berhubung saya belum membaca Hatimu Berkata Demikian (kurang umur soalnya DX) saya tidak tahu seperti apa hubungan ceritanya sama fanfic itu, tapi fanfic ini bisa berdiri sendiri dan setidaknya saya bisa nangkep inti ceritanya (cuma intinya sih...) Kata-kata yang dipakai elit-elit dan saya sangat berterima kasih Senpai menuliskan arti beberapa kata sulitnya (baru denger kata Esoteris hari ini...) Ceritanya menyayat hati saya dengan sukses! Rasanya jadi mau nangis waktu baca... (tapi nggak jadi soalnya masih di kelas.) *klik tombol fave dulu* Salam, Sakura |
Dhini chapter 1 . 3/6/2009 Hha! Mangteb! Sedih. Haru. Keren! Nemu bhasa dmana sih. 4 thumbs up! (plus jempol kaki!) ps: guw sodaranya rai. |
raichan as rhodes chapter 1 . 3/1/2009 Ya Ampun, halfie! Kenapa ga semua fanfic sebagus ini? Oh my God. Saya jadi bertanya-tanya, jangan jangan anda itu kuliah di jurusan sastra? Keren banget Halfie! Saya sampai harus membaca ulang beberapa bagian. Entah karena saya tidak mengerti karena saya ini bodoh, atau karena saya membacanya terlalu terburu-buru. Pendalaman karakter nya oke banget. Semuanya terasa sempurna. Hanya aja saya nemuin misstyped, 'obesesi'. Itu memang harusnya begitu, atau harusnya obsesi? Saya jadi repot sendiri karena pembendaharaan kata saya yang sangat terbatas. Fanfic ini indah banget. Kekosongan hati Raito kerasa banget, saya sampe menitikan air mata TT_TT. Saya jadi nyesel karena baru baca sekarang. Oh iya, setiap abis baca fanfic2 Halfie, saya merasa kayak otak saya ter-refresh deh hehehe sehingga bisa mendapatkan ide lain untuk nulis fanfic. thanks a lot for writing, Halfie! I adore you! |
GoodBoyTobi chapter 1 . 1/20/2009 *speechless* Bener2 deh, Rin sampe butuh waktu lebih dari setengah jam untuk menyerap kata2 di fanfic ini.. Perbendaharaan katanya bener2 elit, khas Halfie-nee.. Rin mah gak sanggup deh nulis fanfic kayak gini.. *give up* Rin serahkan pada Eila-chan untuk menandingi Halfie.. Hwehe~ xD Tapi kesan pertama yg Rin tangkep adalah: sedih dan angsty.. Penceritaan Halfie akan kematian L dan Raito sangatlah indah dan menyayat hati.. Jauh lebih menyentuh dari cerita sebenarnya.. Bener2 bikin Rin mau nangis sekali lagi dengan membayangkannya.. Hiksu~ :'( *dulu beneran mau nangis waktu nonton kematian L di anime* Anyway, sorry for the extremely late review.. Rin lupa kalo sista bikin fic ini, dan baru inget waktu buka page Halfie tuk baca "Seven Is Enough".. Hontou ni gomennasai.. Dan akibatnya, review Rin untuk SIE kayaknya bakal tertunda.. Batere HP Rin lowbat.. Hehe.. 'a At last, ganbatte for everything you do! Sampai ketemu lain waktu.. Jaa ne~ Regards, Rin |
isumi 'kivic chapter 1 . 11/15/2008 -in tears- INDAH! NEECHAN! FOR REAL, FOR REAL! ISUMI MERASA JADI ORANG PALING BAHAGIA SEDUNIA WAKTU BACA INI! Maaf yah,, review-nya telat... habisnya lupa2 trus klu mu ninggalin review... -ditendang- bahasanya tinggi banget yah... -cengengesan- Adik kelas Isumi yg biasanya bisa membaca super cepat sampai butuh satu jam untuk akhirnya bisa2 mengerti, hehehe.. tapi justru di situlah keunggulan Halfie-neechan (yang menurut Isu cuma bisa ditandingi Eila-chan, nyahaha..). Nilai plus banget untuk puisinya, Isumi nangis bacanya. Very, very beautifully written. Nulis sendiri? Dua jempol! Waktu L meninggal... -nangis darah- sedh banget. NYESEK BANGET! ANGSTY ABIS! Isumi bener2 nangis waktu baca paragraf ini: "Nyeri sayatan sembilu di organ pemompa kehidupannya tidak ada artinya dikomparasi dengan tidak akan pernah selesainya jembatan yang diusahakannya untuk menggapai kembali satu-satunya kepingan ilusi yang pernah eksis dalam catatan sejarahnya. Kini jembatan itu hanya onggokan bangkai struktural menunggu penghancuran." *screams* KETIDAKADILAN DUNIA! KENAPA L DAN LIGHT HARUS MATI? Tapi ngga apa deh.. justru keindahannya di situ.. hahaha.. Halfie-neechan, penggambaran seperti apa Light membutuhkan L benar2 terasa di akhir2 cerita,ya... -kagum- Mimpi memang takkan jadi nyata tanpa realita, dan cara Neechan menggambarkannya di sini benar2... -sighs- Tapi kenapa lili putih? Bukannya itu bermakna persahabatan? Atau melambangkan sesuatu yg lain? I just love this fic so much... and I love you for writing it. hearts you! -Isumi dan Ilde- |
Azureila chapter 1 . 10/26/2008 Sista, terribly sorry for the long delay... padahal saya udah save fic ini dari lama, huhu... Akhirnya, Halfie-neechan, setelah berhasil curi-curi waktu untuk rehat sejenak, saya bisa juga baca fic ini *throws confetti* Pertama-tama, saya harus mengucapkan kalau karya yang satu ini sungguh menggugah. Gak kalah cerdas dibanding Hatimu Berkata Demikian, keduanya setara dalam hal penguatan pesan-pesan tersirat yang mengguncang nalar. Do I need to say more, sis? Saya memang cenderung kehilangan perbendaharaan kata kalau berurusan dengan fic Halfie-neechan. Saya suka konsep mimpi dan realita yang diusung di sini, apalagi menjadi tema sentral. Menurut saya pribadi, kita hidup karena kita bermimpi. Ya, kita memang saat ini berada di alam realita, namun realita akan 'kering' tanpa mimpi, sama seperti 'mimpi' yang tidak akan utuh tanpa perwujudan nyata di realita. Berapa banyak keajaiban dan peristiwa luar biasa terjadi di dunia ini karena manusia memutuskan mendengarkan mimpi-mimpinya dan mencari jalan untuk mewujudkannya? Banyak, saya kira. Segala harapan, asa, impian memancarkan keindahan suatu pencapaian bila tercapai sempurna. Bisa dibilang, mimpi menjadi suatu kesatuan yang tak terpisahkan dengan realita, karena bila manusia kehilangan mimpi, ibarat burung yang kehilangan sayap. Namun bila tenggelam dalam mimpi dan mengabaikan realita, hanya menemui keputusasaan, baik yang terkatakan maupun tidak. Whoa, kok saya jadi khotbah begini ya? *ngakak* Tekad L untuk menyelamatkan Raito benar-benar membuat hati saya serasa dirobek. Saya bisa merasakan L melihat 'sesuatu' dalam diri Raito yang diimpikannya, yang tidak terengkuh oleh tangannya yang kini melemah karena kematian. Raito adalah 'mimpi' L, elemen vital yang mewarnai dunianya dan membuatnya percaya pada 'yang tak terkatakan'. If it isn't love, I don't know what it is... *sobs* Kesetaraan mereka berdua terletak pada sisi yang bersebrangan, mungkin karena itulah pilihan mereka. Bukankah pilihan selalu menunjukkan hakikat sebenar-benarnya manusia? *jeritan hati: Dasar Raito tolol, kenapa butuh milyaran afirmasi tak terkatakan dari L untuk membuatmu sadar?* Kritik cuma untuk masalah typo, hehe... misalnya di 'mahluk' *dimana huruf 'k'-nya Halfie-neechan?* Trus untuk kata-kata yang Halfie-neechan serap dari bahasa Inggris, seperti 'jastifikasi' (yang pasti berasal dari justification) dan 'inchi'. Setahu saya, seharusnya 'justifikasi' dan inci (soalnya ini kata-kata ini di-Indonesia-kan, hehe...). Sebenarnya gak mengganggu banget, cuma saya memang hobi melototin fic kalo ngebaca... *as special treatment untuk authoress-nya, lagian kan saya memang niat ngasih con-crit * Tapi usaha Halfie-neechan untuk menyertakan glossary untuk menjelaskan kata2 yang asing patut disambut baik . Saya benar-benar akan meninggalkan Gunung Semeru mulai sekarang... *bersiap-siap loncat dari puncak* *Halfie-neechan langsung siap-siap nabok* Semoga segala tekanan di 'realita' gak menghalangi Halfie-neechan untuk kembali mendengarkan 'mimpi'. Remember sis, you always have people who care about you, okay? Regards, SheilaLuv *who still patiently waits for Peter Pan Story* |
CherryCho79 chapter 1 . 10/23/2008 fic LLight yg bagus! XD Belum lagi kias2annya yg keren! juga pendeskripsiannya yg detail. tapi jujur aja, sayah lumayan bingung bacanya. Sayah tunggu fic selanjutnya! |
biri-biri chapter 1 . 10/19/2008 '...karena sekarang ia hanya bisa menapaki samsara yang dibangunnya sendiri' khas Raito banget. Itu dan pemikiran L tentang Raito sang objek yang tersesat di dunia mimpi adalah deskripsi yang pas buatnya. Pembandingan antara Raito yang seorang pemimpi dan L yang realistis dijabarin dengan puitis dan IC; aku angkat topi (lagi ga pake, juga..) buat halfmoon-sensei. Angst/spiritualny lumayan kerasa. Isiny juga udah kesampaian, cuma kurang dijelasin faktor shonen-ai; L yang jadi cuma kayak a concerned friend dan tangisan Raito di akhir kurang jelas hubungan rasionalnya dengan unsur slash, menurutku. Dan, kayaknya deskripsinya lebih sederhana dan to the point ya daripada prekuelnya? Atau aku yang udah lupa? Aku sih lebih suka yang ini. :) Maju terus, halfmoon-sensei! |
hoshi.na-chan chapter 1 . 10/19/2008 *ngedip* O.O *ngedip lagi* O.O *ngedi-* *dijitak* ehem... KYAAH! yey! akhirnya ada juga lanjutan karya halfiesenpai! iyeeyy! walopun rangkaian kata2nya jauh lebih membingungkan daripada 'hatimu berkata demikian'..tapi tetep keren! gimana gtu..baca pas L mati... padahal dia matinya cepet aja..jatuh...light nyengir..L tutup mata..light tereak..udah.. *ditabok* disini... aahh... dramatis.. XD kerenkerenkeren! ps: beda 18o derajat sama deleted scene animenya.. pernah lyat? yg L mati.. light pergi kemakam L.. ngakak...trus di akhirnya light kaya ngejilatin batu nisannya L? gross..yuck! tapi disini... keren!banget! |
kinderorchestra chapter 1 . 10/19/2008 Wah, man to man relationship. DX Saya padahal udah tobat dari yaoi, malah banyak yang post fanfic yaoi. Oke, saya agak bingung sama kata-katanya. Secara saya nggak mendalami ilmu bahasa. Saya juga nggak konsen. *disepak author* Saya cuma ngerti L mati dan Light jengukin kuburannya. Sisanya.. O.o Tetaplah berkarya, dah. Saya nggak bisa komentar panjang-panjang. TT-TT *diinjek author* |